Tel: (0725) 25253    Email: sekr-b2tp@bppt.go.id

Dextrin B2TP

DEXTRIN

Dekstrin merupakan salah satu produk diversifikasi pati yang mempunyai potensi pasar cukup baik.  Produk ini digunakan pada industri makanan, minuman, tekstil, kertas, dan industri perekat.

Tepung tapioka adalah produk hasil olahan ubikayu (Manihot utilisima Pohl)  yang masih menjadi komoditas andalan petani di Lampung. Pengembangan industri tapioka yang berbasis kerakyatan melalui program ITTARA telah dicanangkan oleh Pemerintah Daerah.  Namun  dalam pelaksanaannya masih banyak mengalami kendala, antara lain adalah pemasaran produk yang terbatas karena kualitasnya kurang terjaga.  Oleh karena itu perlu dilakukan  upaya peningkatan nilai tambah produk tapioka rakyat menjadi dekstrin yang lebih potensial, sehingga dengan berkembangnya industri hilir ini akan memperluas pangsa pasar tepung tapioka rakyat.

Ada 3 (tiga) jenis dekstrin apabila ditinjau dari proses pembuatannya, yaitu: (1) White Dextrin, (2) Canary Dextrin, (3) British Gum. Kebutuhan dekstrin di Indonesia sepenuhnya masih dipasok dari mancanegara, yang besarnya mencapai 30 ribu ton per tahun atau senilai 18 juta US$ (Rp 153 milyar) devisa/tahun.

Karakteristik dari White Dextrin adalah sbb:

-  Derajat pemanasan             110°--130°C

-  Waktu pemanasan               3—7 jam

-  Jumlah katalis                       tinggi

-  Kelarutan                             rendah ke tinggi

-  Kekentalan                           rendah ke tinggi

-  Warna                                  putih krem

 

TUJUAN PENGKAJIAN

  1. Mendapatkan paket teknologi produksi dekstrin dengan bahan baku  tapioka.
  2. Mewujudkan proses nilai tambah pada komoditas agroindustri yang berbasis ubikayu.

PROSES PEMBUATAN

  1. Tapioka terlebih dahulu dimasukkan ke dalam converter untuk dikeringkan selama 2—3 jam pada suhu 100°--110°C supaya diperoleh kadar air kurang dari 5%.  Selama proses pengeringan pengaduk diputar agar pengeringan sempurna.  Sebagai katalis dalam pembuatan dekstrin dipakai asam khlorida (HCl) konsentrasi 0,4 N dengan perbandingan Tapioka : HCl 0,4% adalah 1000 g : 75 ml.
  2. Katalis asam 0,4 N yang sudah disiapkan sebelumnya disemprotkan ke dalam converter melalui sprayer yang berada pada sisi atas converter (selama penyemprotan pengaduk harus tetap diputar).
  3. Proses dianggap selesai apabila warna dekstrin setelah ditetesi larutan yodium tidak berwarna biru.
  4. Proses berikutnya, dekstrin yang sudah terbentuk diayak dengan ayakan 120 mesh lalu didiamkan selama beberapa jam sampai dingin.
  5. Selanjutnya dekstrin sudah dapat dikemas dan dipasarkan.

KONTAK PERSON:

  • Dr.Ir.Budi Kusarpoko, MSi (08127205897)
  • Ir. Sabirin, MSi – ( 08127946478)
  • Novi Kuswardhani, ST. (085349620996)

Statistik Pengunjung

3.png1.png3.png6.png4.png
Today44
Yesterday47
This week91
This month1102

Hubungi Kami

BALAI BESAR TEKNOLOGI PATI

PO BOX 002 Negara Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha

Lampung Tengah 34162

Telp. (0725) 25253, Fax. (0725) 702014 - 25253